Kamis, 27 September 2012

Cuti Seks Saat Hamil


Momen Pas untuk Cuti Berhubungan Intim

Aktivitas seksual dipercaya sebagai salah satu resep keharmonisan dan kelanggengan hubungan. Karena itulah, intensitas dan kualitasnya seringkali jadi perhatian khusus banyak pasangan. Walaupun begitu, ada masa di mana kita dianjurkan untuk sejenak cuti berhubungan intim, atau sebaliknya, boleh terus berhubungan intim di momen yang kita pikir kurang pas.

Saat hamil…
Selain haid, seks saat hamil juga sering menjadi bahasan. Pada dasarnya jika dilakukan dengan tidak berlebihan atau terlalu intens, artinya tetap menyesuaikan dengan kondisi pasangan dan kandungan, semua akan aman-aman saja karena calon bayi terlindung oleh air ketuban. Meskipun begitu, menurut dr. R. Muharam, SpOG dari Sam Marie Family Healthcare, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah trimester pertama trimester pertama—untuk mencegah kontraksi yang gampang terjadi di awal kehamilan—sampai usia kandungan 7 bulan untuk mencegah kontraksi yang bisa menyebabkan pecah ketuban. Dr. Hendro Sudarpo, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan RS Siloam Lippo Karawaci, menambahkan, “Jika ada riwayat keguguran atau vlek yang merupakan tanda ancaman keguguran, hubungan seks bisa ditunda sampai kandungan berusia paling tidak 16 minggu.”
Kasus kehamilan lain yang membuat kita harus cuti dari aktivitas seksual, misalnya, jika plasenta letaknya rendah sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan kelahiran, karena dapat menyebabkan pendarahan. Memiliki riwayat kelahiran prematur pun membuatmu harus rela cuti berhubungan intim karena rahim lemahmu tak akan tahan mendapat rangsangan. Atau, bila pasangan mengidap penyakit menular seksual, sebaiknya lakukan pengobatan dan harus rela menahan keinginan bercinta sampai pasangan dipastikan tak akan menularkan penyakit yang berpengaruh pada kelahiran prematur sampai kecacatan janin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar